Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-24 14:16:31【Resep Pembaca】481 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(869)
Artikel Terkait
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- BGN ingatkan SOP pengolahan bahan baku MBG untuk cegah keracunan
- Menteri KP siap membangun lab pastikan seafood RI aman dari radioaktif
- 5 jenis makanan yang bisa mengandung zat akrilamida berbahaya
- Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
- Anak sering mimisan? Jangan panik, ini cara mudah mengatasinya
- 5 jenis makanan yang bisa mengandung zat akrilamida berbahaya
- KSAD sebut pelatihan personel di bidang MBG dibiayai pihak Singapura
- Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
- Makanan yang mampu mencegah kram otot saat olahraga
Resep Populer
Rekomendasi

DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir

Anggota Komisi VII DPR: Maksimalkan promosi wisata Kalbar lewat medsos

BGN tegaskan menu MBG ngak boleh gunakan bahan pabrikan

Kereta Api di Daop 7 ikut terdampak akibat banjir di Semarang

Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat

BBPOM Makassar beberkan hasil penggeledahan toko kosmetik di Sidrap

Nikita hadiri sidang putusan terkait pemerasan dan TPPU di PN Jaksel

Langkah strategis lindungi warisan budaya dari klaim negara tetangga